PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Selasa, 30 November 2010

Abstrak. Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu proses yang akan
menghasilkan suatu output berupa informasi. Sementara itu Struktur Organisasi akan
menentukan bagaimana arus informasi tersebut dalam suatu organisasi. Kedua hal
tersebut, Sistem Manajemen dan Struktur Organisasi akan mempengaruhi Efektivitas
Pengambilan Keputusan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Sistem
Informasi Manajemen Dan Struktur Organisasi Terhadap Efektivitas Pengambilan
Keputusan Pada Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe A Belawan.
Sistem Informasi Manajemen
Untuk membahas kajian tentang Sistem Informasi Manajemen, maka berikut
ini penulis mengutip beberapa pendapat ahli. Menurut Murdick (1993), sistem adalah
seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur/bagian pengolahan
yang mencari suatu tujuan atau tujuan-tujuan bersama dengan mengoperasikan data
atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau
barang.
Penekanan terhadap pengertian sistem ini adalah kepada prosedur pencarian
dan pengolahan untuk dioperasikan menjadi informasi untuk menghasilkan barang
dan jasa sebagai tujuan dari perusahaan.
Menurut Starer dalam Moekijat(1993), suatu sistem dapat dirumuskan sebagai
setiap kumpulan bagian-bagian atau sub sistem yang disatukan, yang dirancang untuk
mencapai suatu tujuan. Pengertian yang dikemukakan oleh Starer ini juga kalau kita
telaah pada dasarnya mengandung pengertian yang sama terhadap apa yang telah
diungkapklan oleh Murdick tentang sistem.
Untuk mengetahui pengertian informasi yang dalam hal ini penulis mengutip
pendapat ahli, yaitu menurut Davis (1992) mengatakan, data atau informasi
merupakan kelompok teratur, studi yang mewakili kuantitas tindakan, benda dan
sebagainya. Data berbentuk karakter yang dapat berupa alfabet, angka maupun
simbol-simbol khusus.
Data merupakan kelomnpok teratur yang representatif terhadap kuantitas
tindakan, barang/benda dan sebagainya. Mewakili kuantitas tindakan bisa juga
dimaksudkan bahwa data tersebut merupakan hasil laporan kerja yang disajikan dalam
bentuk laporan dengan karakter kuantitas atau banyaknya kegiatan ataupun tindakan
yang dilakukan dalam perusahaan. Data atau informasi juga dapat mewakili benda/
barang yang disajikan dalam bentuk laporan (mewakili keadaan benda/jasa)
Kita sering mendengar pengertian manajemen yaitu secara garis besar
manajemen adalah ilmu atau seni untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja
untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen meliputi Planning, Organizing,
Actuating dan Controlling (POAC). Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dikutip
pendapat ahli.
Menurut Murdick (1993), manajemen adalah terdiri dari proses atau kegiatan
yang menjelaskan apa yang dilakukan menggerakkan pada operasi organisasi mereka,
yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memprakarsai dan mengendalikan operasi.
Kalau kita perhatikan kajian tentang manajemen maka kajian tentang
manajemen ini tidak bisa terlepas terhadap keterkaitannya dengan kepemimpinan
ataupun pimpinan/manager dalam perusahaan. Berikut ini akan kita lihat keterkaitan
antara kajian manajemen dengan kepemimpinan.
Pimpinan merupakan orang yang berusaha untuk mempengaruhi orang lain
atau memberikan pengarahan kepada orang-orang yang ada dalam perusahaan untuk
mau bekerjasama secara sukarela dalam usaha untuk mencapai tujuan. Adapun
setelah kita ketahui dari pengertian di atas, maka pemimpin adalah orang yang
melakukan kegiatan-kegiatan manajemen yaitu merencanakan, menggerakkan,
mengorganisir, dan mengawasi jalannya seluruh tindakan dalam perusahaan.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen
adalah seperangkat alat yang saling menunjang dalam penyampaian data/informasi
yang dipergunakan oleh pihak manajemen yang bertujuan untuk mempergunakan
informasi/data tersebut sebagai acuan dalam pengambilan keputusan untuk
dilaksanakan oleh orang lain dalam mencapai tujuan.

Struktur Organisasi
Organisasi terjadi apabila terdapat dua orang atau lebih bekerja sama
menjalankan pekerjaan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki bersama. Kita lihat
dalam suatu perusahaan, akan tampak beberapa orang atau kelompok orang yang
bekerjasama, setiap kelompok seakan-akan melakukan pekerjaannya terpisah dari
kelompok lain. Mereka bekerja sesuai dengan tugas dan pekerjaan masing-masing.
Misalnya, bagian pembukuan, produksi, personalia, dan pemasaran. Dengan adanya
pembagian tugas tersebut, satu sama lain tidak akan turut campur atas pekerjaan
masing-masing. Tetapi tetap menjalin hubungan kerja sama yang baik di antara
mereka dalam mencapai tujuan tersebut.
Dengan adanya pembagian tugas yang disesuaikan dengan keahlian masingmasing
karyawan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan tersebut disebut juga
dengan mengorganisir, sedangkan wadahnya adalah organisasi.
Dengan adanya pembagian tugas tersebut maka wewenang dan tanggung
jawab, akan terlihat jelas dalam organisasi tersebut. Dapat digambarkan bentuk dari
organsisasi (struktur organisasi) menurut Tedjasutisna (1999), yakni:
a. Bentuk Vertikal
Bentuk vertikal ini mirip dengan bentuk piramida hannya bagian vertikal di
buat dalam bentuk tegak lurus.
c. Bentuk Horizontal (Mendatar)
Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Bentuk horizontal yaitu bentuk organisasi yang menggambarkan perintah dan
tanggung jawab berasal dari kiri ke kanan.
Struktur organisasi juga sangat mempengaruhi prosedur dan efektivitas proses
penyampaian komunikasi. Struktur organisasi yang berlaku dalam setiap perusahaan
akan membentuk proses komunikasi yang berbeda-beda antara satu perusahaan
dengan perusahaan lainnya.
Efektivitas Pengambilan Keputusan
Efektivitas adalah merupakan kemampuan untuk memilih tujuan dengan
memanfaatkan sarana dan prasarana yang tepat untuk mencapai tujuan. Seperti
yangdikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini :
Menurut Handoko (1998), efektivitas adalah kemampuan untuk memilih
tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk menentukan tujuan yang telah
ditentukan. Winardi (1992), efektivitas adalah hasil yang dicapai seorang pekerja
dibandingkan jumlah hasil yang diperoleh seseorang pekerja dibandingkan dengan
hasil produksi lain dalam jangka waktu tertentu”. Apabila kita analisa kutipan ini,
maka efektivitas adalah hasil yang diperoleh seseorang pekerja dan dibandingkan
dengan hasil produksi lain dengan diperbandingkan dengan waktu yang dipergunakan
untuk menghasilkan barang/jasa tersebut. Menurut Komaruddin (1994), efektivitas
adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau kegagalan kegiatan
manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Efektivitas
berdasarkan pengertian menurut Komaruddin ini dititikberatkan kepada analisa
tentang keadaan yang menunjukkan keberhasilan atau kegagalan yang dilakukan oleh
pihak manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Selanjutynya Robert L. Trewatha dan M. Gene Newport (Winardi, 1990)
mengemukakan tentang makna pengambilan keputusan, adalah proses memilih
rangkaian/tindakan diantara dua macam alternatif yang ada (atau lebih) guna
mencapai pemecahan atas problema tertentu. Dari defenisi tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa pengambilan keputusan mencakup suatu evaluasi sebelum adanya
tindakan memilih alternatif yang akan diimplementasikan sebagai reaksi atas suatu
problem tertentu.
Sebuah pengambilan keputusan dikatakan efektif jika keputusan yang diambil
dilakukan dengan benar dan dapat bermanfaat bagi pencapaian tujuan organisasi.
Kerangka Berpikir Penelitian
Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam mendukung kegiatan operasional
perusahaan ataupun organisasi adalah sangat mutlak. Mutlaknya Sistem Informasi
Manajemen tersebut terlihat dari besarnya andil yang diberikan komunikasi dalam
memenuhi kebutuhan informasi dalam organisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa
perusahaan modern saat ini mengikutsertakan kebutuhan informasi sebagai dasar
Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
dalam mengembangkan perusahaan dimasa yang akan datang. Artinya peran serta
Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu keharusan.
Begitu juga halnya dengan struktur organisasi yang secara tidak langsung akan
sangat mempengaruhi proses komunikasi perusahaan. Efektivitas pengambilan
keputusan dalam pekerjaan adalah tergantung kepada bagaimana proses komunikasi
dapat diterima oleh responden dan seberapa umpan balik yang diinginkan oleh
pimpinan dari informasi yang diberikan.
Apabila Sistem Informasi Manajemen yang diterapkan tidak baik maka
beberapa fungsi dalam organisasi juga tidak baik namun sebaliknya jika komunikasi
dilakukan dengan baik maka pengambilan keputusan akan dapat dilaksanakan dengan
baik pula. Prosedur dan sistem komando dalam perusahaan harusnya menjadi
perhatian perusahaan untuk lebih mengetahui peranan dari sistem yang berlaku akan
mempengaruhi efektivitas pengambilan keputusan. Akurasi data yang diperoleh juga
merupakan sarana pendukung untuk pengambil keputusan membuat keputusan yang
tepat.
Gbr. II.1. Paradigma penelitian
Dimana: X1 = Sistem Informasi manajemen
X2 = Struktur Organisasi
Y = Efektivitas Pengambilan Keputusan

Hasil Penelitian
Sistem informasi manajemen merupakan satu upaya untuk mengelolah seluruh
masukan (input) berupa laporan-laporan/data yang dipergunakan oleh pihak
manajemen untuk diporses dan kemudian diambil keputusan tentang strategi-strategi
pelaksanaan operasional dalam perusahaan. Dengan sistem informasi manajemen
yang baik akan memberikan memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan tugas-tugas
yang dilakukan oleh para karyawan. Dengan sistem informasi manajemen ini juga
maka sesuai dengan hasil penelitian memiliki korelasi yang erat atau tinggi terhadap
efektivitas pengambilan keputusan dengan nilai korelasi sebesar 0,774.
Struktur organisasi merupakan struktur yang diterapkan dalam perusahaan
yang menentukan sistem yang berlaku dalam perusahaan memberikan pengaruh
terhadap efektivitas pengambilan keputusan. Dengan struktur organisasi yang sesuai
dengan perusahaan ini maka akan semakin lebih efisien dalam pengambilan keputusan
dalam perusahaan. Sesuai dengan struktur organisasi yang ada pada KPBC Belawan
maka struktur organisasi yaitu struktur organisasi garis, yang mana dalam struktur
organisasi garis ini sistem komando atau perintah berasal dari pimpinan yang
kemudian dilanjutkan kepada seksi dan subseksi untuk dilaksanakan dalam bentuk
kerja. Organisasi garis lebih mudah pertanggungjawaban kerjanya disebabkan garis
perintah yang jelas dan terpusat kepada pimpinan dalam organisasi. Dari hasil
penghitungan korelasi diperoleh nilai korelasi antara struktur organisasi dan
efektivitas pengambilan keputusan dengan nilai korelasi sebesar 0,788. Berarti
korelasi antara kedua variabel adalah erat atau tinggi.
Korelasi antara sistem informasi manajemen dengan struktur organisasi adalah
korelasi yang erat atau korelasi yang tinggi, hal ini dapat diketahui dari hasil
perhitungan dengan nilai korelasi sebesar 0,816. Perhitungan korelasi antara sistem
informasi manajemen dan struktur organisasi terhadap efektivitas pengambilan
keputusan adalah korelasi yang tinggi dengan nilai korelasi hitung sebesar 0,887. Dari
perhitungan uji F, diperoleh nilai F hitung sebesar 12669,28 dan nilai F tabel sebesar
4,98 hal ini berarti nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel pada taraf kepercayaan
95% dan alpha 5% (12669,28 > 4,98). Dengan demikian regresi linear ganda dalam
penelitian ini bersifat reliabel atau nyata.
sumber : google

0 komentar:

Poskan Komentar

Nitha's Adorable Daily. Diberdayakan oleh Blogger.

Gunadarma University