Kasus permasalahan perusahaan dan cara mengatasinya (mengembalikan kepercayaan konsumen).

Selasa, 05 Oktober 2010

Mengembalikan kembali keyakinan konsumen terhadap perusahaan karena kesalahan perusahaan tersebut , dalam menghadapi masalah seperti ini meski perusahaan pembuat sudah meminta maaf para konsumen tidak akan langsung cepat kembali percaya oleh produk kita. Ambil contohnya produk HIT yang diketahui memakai bahan pestisida berbahaya meski perusahaan pembuat sudah meminta maaf dan berjanji akan menarik produk-produknya dari pasaran ada kesan permintaan maaf itu bohong, Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker itu terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran , perusahaan terkesan melarikan diri dari tanggung jawab. Dari kasus tersebut bagaimana perusahaan bersedia melakukan apa saja demi laba. Wajar bila ada kesimpulan, dalam bisnis, satu-satunya etika yang diperlukan hanya sikap baik dan sopan kepada pemegang saham. Harus diakui, kepentingan utama bisnis adalah menghasilkan keuntungan maksimal bagi shareholders. Itu membuat perusahaan yang berpikiran pendek dengan segala cara berupaya melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan keuntungan. Kompetisi semakin ketat dan konsumen yang kian rewel sering menjadi faktor pemicu perusahaan mengabaikan etika dalam berbisnis. Cara menangani kasus HIT tersebut adalah melakukan penyelidikan terhadap zat-zat apa saja yang terkandung didalam produk HIT itu dan apabila terbukti benar produk tersebut terdapat bahan pestisida yang membahayakan konsumen maka segeralah menarik produk tersebut dari pasaran dan mengumumkan kepada masyarakat umum berhenti menggunakan produk tersebut. Kesigapan dan tanggung jawab dapat mengembalikan reputasi bagus yang akan bertahan lama ,meletakkan keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan berbuah keuntungan lebih besar. Pemimpin yang menerapkan standar etika dan moral yang tinggi terbukti lebih sukses dalam jangka panjang. Para pengusaha harus berfikir panjang karena peran masyarakat , LSM yang kritis dapat membantu meningkatkan etika bisnis perusahaan.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

0 komentar:

Poskan Komentar

Nitha's Adorable Daily. Diberdayakan oleh Blogger.

Gunadarma University